Seharian ini menyambut tamu dari jauh, termasuk menjamu mereka makan siang. Saya pilih restoran di mal sebelah kantor yang menyajikan makanan Indonesia supaya saya gampang pilih menu. Pilihan saya tetap sayur alias Gado-gado (sebenarnya mau Karedok yg lebih rawfood, tapi tidak ada di menu). Itupun sudah wanti-wanti ke pelayannya, alias banyak syarat.. gak pake toge, lontong, kerupuk. Walaupun sempat mikir, kalau bisa ga usah pake bumbu (kacang), tapi ya sudahlah only for today, batin saya. Lalu saat makanan sudah datang, saya ditawari sate (memang pesan sate untuk dimakan rame-rame), tentu saja saya tolak. Mereka pun tanya, kenapa? Saya jawab sekenanya, saya tidak makan daging.
"Really? All kinds of meat? Are you a veggie, because my wife is a veggie, too." Kata salah satu bule itu.
"No, i am not. I am just not in a mint condition so I need to avoid some food."
Lalu mereka memahami, dan melanjutkan percakapan dengan subjek lain. And after finishing our meal, still in the resto, the conversation subject is about the dinner invitation in the Ambassador house. The same person asked, "You're coming right?"
"I'd love to but I am afraid I cant.."
"Mr Ambassador would not take a No for an answer."